Sunday, March 25, 2007

Wisuda Angkatan Pertama STKPI

Sejumlah 34 mahasiswa/i angkatan pertama Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia (STKPI) secara resmi dinyatakan lulus dalam prosesi wisuda di Hotel Sahid, Sabtu (24/3) kemarin.

Seluruh wisudawan/wisudawati tersebut terdiri dari duapuluh mahasiswa/i jurusan Budidaya perairan (BDP) dan sepuluh mahasiswa/i jurusan Pengolahan Hasil Perikanan (PHP).

Event sebelumnya:

  • Wisuda angkatan pertama STKPI di Hotel Sahid, Medan, pada tanggal 24 Maret 2007.

  • Pelantikan pengurus IKAN MAS di Hotel Sahid, Medan, pada tanggal 24 Maret 2007.

  • Seminar Ikan Batak di Hotel Sahid, Medan, pada tanggal 24 Maret 2007.

  • Sidang KTI (ujian akhir) untuk mahasiswa/i Diploma Tiga Jurusan BDP dan Jurusan PHP, di Kampus STKPI pada tanggal 19 hingga 22 Februari 2007.



Updated 29/5/2007:

Dikutip dari http://www.isekolah.org/narkoba/detail.php3?itemid=h_1141349636

03 Maret 2006 ,08:33 WIB
Seminar Narkoba untuk Pelajar SLTA Deli Serdang Remaja Harus Sadari Dampak Penggunaan Narkoba

Lubuk Pakam, isekolah.org - Peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika, merupakan masalah nasional bahkan internasional yang dapat menghancurkan masa depan suatu bangsa.

Untuk itu, diperlukan upaya konkrit dalam pemberantasannya, mengingat pengkonsumsi umumnya remaja generasi muda usia rentan yakni dari 16-35 tahun, kata Sekdakab Deli Serdang Ir H Djaili Azwar, MSi selaku ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) pada seminar penyalahgunaan narkotika dan penyimpangan prilaku siswa yang digelar Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia (STKPI) di kampus STKPI kompleks kantor bupati Lubuk Pakam, Kamis (2/3).

Pemberantasannya tidak hanya merupakan tanggung jawab Polri semata, tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh komponen masyarakat dalam kerja sama yang erat, lebih dini dan komprehensif dalam penindakan dan pencegahannya.

Sekdakab di depan 100 orang lebih peserta terdiri siswa SMA dan MAN dari Kecamatan Lubuk Pakam, Beringin, Galang, Tanjung Morawa dan Batang Kuis itu mengatakan, seminar yang digelar STKPI sangat tepat sekali dan sekaligus merupakan sosialisasi oleh BNK dalam pengenalan narkoba dan penanggulangan serta pencegahannya kepada siswa SLTA yang berada pada usia rentan itu.

Para remaja harus menyadari dampak penyalahgunaan narkoba dan psikotropika seperti dapat merubah kepribadian penggunanya, menimbulkan sifat masa bodoh hingga terhadap diri sendiri, menurunnya semangat kerja sampai bersikap seperti orang gila dan tak ragu untuk melanggar norma norma masyarakat, hukum, agama serta menyiksa diri sendiri.

Demikian pula terhadap keluarga, penggunanya tidak lagi menjaga sopan santun, melawan orangtua, melakukan kekerasan dalam keluarga, kurang menghargai harta yang ada di rumah, mencemarkan nama keluarga akibat ulah perbuatannya dan menghabiskan biaya yang cukup besar untuk perawatan dan pemulihannya.

Terhadap lingkungan, penggunanya tak segan segan lagi melakukan tindak pidana dan mengganggu ketertiban umum yang menimbulkan bahaya bagi ketenteraman dan keselamatan umum, pengunanya tidak pernah merasa menyesal apabila melakukan suatu kesalahan.

Sedang terhadap bangsa dan negara, akan rusaknya generasi muda pewaris bangsa yang seyogyanya akan menerima tongkat estafet kepemimpinan serta hilangnya rasa patriotisme, cinta dan kebanggaan terhadap bangsa dan negara yang pada gilirannya akan memudahkan bagi pihak lain mempengaruhinya untuk menghancurkan bangsa dan negara.

TERBEBANI

Jika penyalahgunaan narkoba di Indonesia diprediksi hanya 1 persen dari jumlah penduduk atau sekitar 2,2 juta jiwa saja, untuk setiap penyalahgunanya dirawat selama enam bulan dengan biaya Rp 5 juta perbulan, hingga ekonomi nasional akan terbebani sekitar Rp 66 trilyun belum termasuk biaya sosial akibat putus sekolah, putus kerja dan hilangnya masa depan dari penyalahgunanya, itu bila penyalahgunanya diprediksi hanya 1 persen saja.

Untuk itu, masyarakat harus mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasinya seperti memberi penyuluhan tentang bahaya narkoba kepada keluarga dan masyarakat, melaksanakan forum, seminar, diskusi yang dilanjutkan dengan kegiatan nyata, membantu pemerintah memberikan informasi tentang ada penyalahgunaan narkoba yang terjadi di lingkungannya.

Melakukan pengawasan terhadap lokasi rawan transaksi maupun penyalahgunaan narkoba dan melakukan penangkapan pada pengguna narkoba yang tertangkap tangan dengan menyerahkannya kepada Polri terdekat.

Membantu menangani dan menyelamatkan keluarga yang terlibat penyalahgunaan narkoba serta melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan penanganan kasus narkoba mulai dari tingkat penyidikan, penuntutan hingga putusan pengadilan sebagai upaya kontrol masyarakat.

Korban penyalahgunaan narkoba dapat ditolong melalui rehabilitasi, agar korban dapat kembali, bekerja dan belajar ke lingkungannya, namun sampai saat ini pemerintah belum mampu melaksanakan kegiatan itu secara cuma cuma akibat kondisi perekonomian negara yang masih memprihatinkan, namun rehabilitasi dapat diikuti di pamar, siswi dan lembaga swasta lainnya.

Melihat dampak mengerikan akibat penyalahgunaan narkoba yang timbul terhadap penggunanya, mulai dilakukan penyuluhan paling tidak untuk keluarga hingga terciptanya Indonesia yang bebas narkoba pada tahun 2015, kata Sekdakab.

Peserta seminar juga mengikuti ceramah yang disampaikan Kasat Narkoba Polres Deli Serdang AKP B Siringoringo, SH, staf Dinas Dikjar Dhani dan psikolog Syarifah, S.Psi dari UMA Medan.

Presiden STKPI Erwin Ramadhani mengatakan, seminar digelar pihaknya sebagai kepedulian mahasiswa dalam upaya meminimalkan dan mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar, di mana kepada setiap peserta juga akan diberikan sertifikat serta buka buku tentang pengenalan, bahaya dan pencegahan penyalahgunaan narkoba, katanya.(anl)