Saturday, January 13, 2007

Seminar STKPI: Kelautan Dan Perikanan Di Masa Depan

Hari Kamis (11 Januari 2007) kemarin, mahasiswa/i STKPI mengadakan seminar di Kampus STKPI. Seminar ini bertemakan Kelautan Dan Perikanan Di Masa Depan dan dihadiri sejumlah pejabat beberapa instansi, guru-guru sekolah menengah, rekan-rekan mahasiswa se-Deli Serdang, dosen-dosen di lingkungan Kampus STKPI dan tentu saja mahasiswa/i STKPI. Acara yang seharusnya dimulai pukul 14.00 BBWI akhirnya dimulai pada pukul 15.30 BBWI dan berakhir pada pukul 19.00 BBWI. Hal ini dikarenakan cuaca buruk yang menyebabkan gangguan penerbangan yang membawa narasumber utama sekaligus Ketua STKPI dari Riau ke Medan, Bapak Prof. DR. H. Muchtar Ahmad, M.Sc.

Seperti biasa, tak ada seminar tanpa pembukaan atau kata sambutan. Kata sambutan pertama diberikan oleh rekan kami, Guntoro Pramadharno, ketua panitia (beliau ini sempat bicara padaku kalau dia sebenarnya kaget harus dipercayakan tugas mendadak sebagai ketua panitia seminar ini pada hari Senin lalu, namun ternyata dia sanggup membuat seminar ini berjalan baik, tentunya dengan koordinasi dengan rekan-rekan yang lain). Kata sambutan kedua diberikan oleh Presiden Mahasiswa, Erwin Ramadhani. Dan kata sambutan terakhir oleh Bapak Ir. Hasan Hutapea, seorang dosen STKPI yang juga bekerja di lingkungan Pemkab Deli serdang. Seminarpun dimulai setelah kata sambutan.

Seminar berlangsung dalam dua sesi. Seminar sesi pertama berjudul "Peluang dan Tantangan Dunia Perikanan Di Masa yang Akan Datang" diberikan oleh Bapak Suprapto Iris dengan moderator Bapak Tengku Amri S.Pi. Dari pemaparan beliau -yang seorang ahli di lapangan perikanan kelautan- kita mendapati bahwa potensi perikanan kelautan di Indonesia umumnya dan Sumatra Utara khususnya masih terkendala pada rendahnya kualitas dan juga kuantitas sumber daya manusia (SDM) yang selama ini mengelola potensi perikanan kelautan di Sumatra Utara. Di satu sisi, peluang dan besar dan sumber daya alam (SDA) yang melimpah di laut Indonesia, malah tidak berdampak langsung terhadap minat SDM yang benar-benar ahli di bidang maritim. Kebanyakan experts tersebut malah berminat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) daripada membangun dan mengembangkan masyarakat/komunitas maritim yang selama ini terpuruk dalam kondisi yang memprihatinkan. Lagi, sejak kebijakan pemerintah untuk menerapkan otonomi daerah (otda), kantor-kantor Dinas Perikanan Kelautan malah lebih banyak diisi oleh SDM yang tidak memahami dunia perikanan atau tepatnya SDM yang bukan atau tidak mendalami bidang perikanan kelautan sepanjang masa akademisnya. Pada pemaparan selanjutnya, Bapak Suprapto Iris juga menyatakan bahwa sebaiknya nelayan diberi fasilitas (sarana dan prasarana) untuk menunjang aktifitas maritimnya karena nelayan memang layak untuk mendapatkannya. Namun ada juga kendala untuk menerapkan hal ini, yaitu kultur/budaya nelayan yang bertendensi "berleha-leha" dan terkadang bersikap kontradiktif terhadap kebijakan pemerintah. Menyangkut keberadaan Kampus STKPI, hal ini dilatarbelakangi oleh kebijakan pemerintah era untuk mendirikan Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), sehingga banyak daerah ikut mendirikan berbagai sekolah maritim (kelautan dan perikanan). Namun yang menjadi kendala adalah kesiapan pemerintah daerah dalam membekali siswa (mahasiswa) untuk terjun langsung ke lapangan kerja. Dan beliau berharap, sebaiknya (seandainya) Pemerintah Kabupaten Deli Serdang mau mendukung STKPI dalam tindakan nyata (dukungan sarana dan prasarana) maka Kampus STKPI akan berkembang jauh lebih baik untuk memajukan, memanfaatkan, dan mengoptimalkan potensi perikanan dan kelautan di daerah Deli Serdang. Pemaparan (presentasi) beliau mendapat banyak respon dari mahasiswa dan undangan, terutama pernyataan mengenai kultur/budaya nelayan (ada yang berkesan bagi kami yaitu respon dari seorang guru olahraga yang masih muda dari SMU Trisakti, Bu Rumondang, yang tak lain adalah kakak kandung dari mantan rekan mahasiswa yang masih bersahabat baik dengan kami, Indah Nieca Sibarani).

Seminar kedua berlangsung pada pukul 18.00 BBWI yang dipresentasikan oleh Bapak Prof. DR. H. Muchtar Ahmad, M.Sc. dengan moderator -Dosen STKPI- Bapak Martono S.Pi dari Balai Karantina Polonia, Medan. Inti dari presentasi beliau adalah perlunya diadakan modernisasi dan perbaikan di segala lini pemanfaatan potensi perikanan dan kelautan. Hal ini perlu dilakukan mengingat saat ini diperlukan lebih banyak SDM yang berkualitas dan mampu menguasai teknologi dan standar mutakhir dalam bidang maritim.

Catatan: Seminar ini adalah seminar pertama yang diadakan secara keseluruhan oleh mahasiswa/i STKPI dari seluruh tingkatan. Mulai dari angkatan pertama hingga angkatan terakhir (2006/2007). Secara keseluruhan seminar ini berlangsung baik, lancar dan berkesan bagi kita semua. Terimakasih untuk rekan-rekan mahasiswa atas kerjasama dan koordinasi yang baik. Kita sangat berharap agar pernyataan Bapak Ketua STKPI dapat direalisasikan segera bagi angkatan pertama yang akan segera menyelesaikan studi D3-nya.